• Sabtu, 2 Juli 2022

Provinsi NTB Tidak Termasuk Kategori Wabah Berstatus Nasional PMK

- Rabu, 22 Juni 2022 | 01:11 WIB
drh. Hultatang, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dan Masyarakat Veteriner, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan, Lombok Timurdrh. Hultatang, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dan Masyarakat Veteriner, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan, Lombok Timur./www.ntbpos.com/ (Unrara Angan)
drh. Hultatang, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dan Masyarakat Veteriner, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan, Lombok Timurdrh. Hultatang, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dan Masyarakat Veteriner, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan, Lombok Timur./www.ntbpos.com/ (Unrara Angan)

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Pemerintah menyatakan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Aceh dan Jawa Timur Berstatus Nasional. Sementara provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak termasuk kategori.

Alasan pemerintah menyatakan dua provinsi itu wabah Nasional, untuk mengantisipasi matinya perekonomian di Indonesia, khususnya produk daging sapi.

“Kalau seluruh Indonesia dinyatakan PMK itu wabah Nasional, maka produk-produk itu tidak boleh keluar dari Indonesia,“ kata drh. Hultatang, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dan Masyarakat Veteriner, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan, Lombok Timur, Selasa, 21 Juni 2022.

Baca Juga: Obat PMK Gratis, Namun Sebagian Peternak Masih Membayar ke Petugas

Dia menyebut, populasi sapi di dua wilayah itu cukup banyak. Sementara di Provinsi NTB dinyatakan tertular karena populasi sapi sedikit.

“Populasi sapi kita sedikit dan juga wilayah kita di bagian timur belum ada yang terkena, di Sumbawa juga belum ada informasinya,“ terangnya.

Lebih lanjut, jumlah sapi terkena PMK menurut data Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Lombok Timur, hingga saat ini berjumlah kurang lebih 11 ribu ekor. Sudah sembuh sebanyak 6 ribuan lebih.

Baca Juga: 20 Persen DD Boleh Digunakan untuk Penanganan PMK, ini Syaratnya!

“Ada juga kambing yang terkena PMK, tetapi tidak banyak dan tidak separah Sapi,“ imbuhnya. np

Halaman:

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Pulihkan Gangguan Listrik Akibat Gempa Malang

Sabtu, 10 April 2021 | 19:19 WIB

Ketua Pembina SPRI : KPU Loteng Merenggut Kebebasan Pers

Selasa, 10 November 2020 | 09:30 WIB
X