• Senin, 4 Juli 2022

MUI Terbitkan Fatwa No 10 2022, Haramkan Vaksin Merek Covovaxmirnaty Produksi India

- Jumat, 24 Juni 2022 | 14:11 WIB
Kantor MUI pusat . (Foto : mui.or.id)
Kantor MUI pusat . (Foto : mui.or.id)

NTBPOS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan vaksin Covid -19 merek Covovaxmirnaty produksi India. Hal itu tertuang dalam fatwa MUI Tentang Hukum Vaksin Covid-19, Nomor 10 Tahun 2022 .

Fatwa MUI No 10 tahun 2022 itu telah ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Fatwa MUI Prof Hasanuddin AF, dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda.

"Vaksin Covid-19 Covovaxmirnaty, di produksi Serum Institute of India Pvt ini hukumnya adalah haram", demikian tertuang dalam fatwa tersebut, di kutip ntbpos.com dari laman mui.or.id, Juumat, 24 Juni 2022.

Baca Juga: MA Putuskan Pemerintah Tak Boleh Paksa Rakyat Ikut Vaksin

Ketua MUI, KH Miftachul Akhyar, menjelaskan, MUI memiliki argumentasi, bahwa pada tahapan produksinya ditemukan ada pemanfaatan enzim dari pankreas babi.

Dengan demikian, dalam fatwa MUI yang dikeluarkan pada 7 Febuari 2022 itu memberikan enam rekomendasi, yakni :

1, pemerintah harus memprioritaskan penggunaan vaksin Covid-19 yang halal semaksimal mungkin, khususnya untuk umat Islam.

2, pemerintah perlu mengoptimalkan pengadaan vaksin Covid-19 yang tersertifikasi halal.

3, Pemerintah harus memastikan vaksin Covid-19 lain yang akan digunakan agar disertifikasi halal dalam kesempatan pertama guna mewujudkan komitmen pemerintah terhadap vaksinasi yang aman dan halal.

4, pemerintah harus menjamin dan memastikan keamanan vaksin yang digunakan.

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peran Besar Perempuan di Balik Pandemi Covid-19

Kamis, 29 April 2021 | 00:56 WIB

Obat Yang Tidak Membatalkan Puasa

Rabu, 28 April 2021 | 04:58 WIB

1,7 Juta Vaksin Covid, Siap Diedarkan Januari 2021

Selasa, 15 Desember 2020 | 18:02 WIB
X