• Sabtu, 2 Juli 2022

20 Persen DD Boleh Digunakan untuk Penanganan PMK, ini Syaratnya!

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 11:02 WIB
Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Lombok Timur, Hj. Martaniati . (Foto : Unra Angan )
Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Lombok Timur, Hj. Martaniati . (Foto : Unra Angan )

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi, meresahkan sebagian besar Masyarakat Peternak. Hingga saat ini, Pemerintah pusat hingga daerah belum menetapkan kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa, sehingga tidak ada anggaran khusus untuk penanganan.

Sedangkan masyarakat sangat mengharapkan adanya bantuan Pemerintah untuk membantu meringankan biaya penyembuhan sapi yang terjangkit PMK.

“Pada Manusia nama penyakitnya Covid-19, sekarang pindah ke hewan namanya PMK,“ kata Rifai, salah satu peternak asal Sukamulia.

Wabah Covid-19 merupakan bencana nasional dan di nyatakan kejadian luar biasa. Sehingga pemerintah menganggarkan penanganan salah satunya melalui Dana Desa (DD) sebesar 8 persen.

Tidak lama ini juga, pemerintah mengeluarkan kebijakan penggunaan 20 persen DD untuk ketahanan pangan, termasuk dapat digunakan untuk membantu peternak dalam penanganan PMK.

Seperti dikatakan Hj. Martaniati, Bidang Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Desa saat di temui ntbpos.com di ruangannya, Jumat, 10 Juni 2022.

Ia mengatakan, penangan PMK dapat mengacu pada DD 20 persen. Namun, sebelum digunakan, perlu dilakukan perubahan item-item yang sudah disahkan pada musyawarah Desa.

“PMK ini membutuhkan obat - obatan, vitamin dan lainnya. Kebutuhan itu dapat dimasukkan pada item perubahan perencanaan anggaran 20 persen,“ katanya.

Untuk membuat surat edaran penggunaan DD 20 persen dalam penanganan PMK, tidak dapat dilakukan, lanjutnya, mengingat belum ada kebijakan atau surat keputusan kejadian luar biasa. Minimal Pemerintah Daerah sebagai acuan, seperti halnya dengan wabah Covid-19.

Halaman:

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Terkini

Capaian Investasi di Lombok Timur Masih Tinggi

Rabu, 28 April 2021 | 23:44 WIB

Kampung Wisata Bagi Warga Relokasi KEK Mandalika

Jumat, 30 Oktober 2020 | 22:50 WIB

JKK Dikerjakan, Huntara Disiapkan

Jumat, 30 Oktober 2020 | 06:10 WIB

Mengkawal UMKM NTB Melalui Sertifikat Halal

Jumat, 7 Agustus 2020 | 00:42 WIB
X