• Sabtu, 2 Juli 2022

Dukung Eksistensi Bahasa Daerah, Pemprov NTB Hibahkan Tanah untuk Kantor Rumah Bahasa

- Jumat, 17 Juni 2022 | 21:18 WIB
Pemrov NTB mengibahkan tanah untuk Kantor Bahasa NTB di moment Diskusi Terpumpun Revitalisasi Bahasa Daerah, Bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo . (Foto: Najamudin Annaji)
Pemrov NTB mengibahkan tanah untuk Kantor Bahasa NTB di moment Diskusi Terpumpun Revitalisasi Bahasa Daerah, Bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo . (Foto: Najamudin Annaji)

LOMBOK BARAT, NTBPOS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan dukungan dan apresiasi kepada Rumah Bahasa Provinsi NTB dalam mengembangkan bahasa daerah agar tetap eksis dan menjadi sumber kebahasaan untuk memperkaya bahasa Indonesia.

Dukungan itu diwujudkan Pemprov dengan memberikan hibah tanah yang saat ini di tempati Kantor Bahasa.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah yang diwakili Kepala Biro Organisasi Setda NTB Dr. Nursalim mengucapkan terima kasih kepada Kantor Bahasa yang terus berkonsentrasi melakukan revitalisasi terhadap bahasa daerah.

"Tugas yang tidak mudah. Apalagi kita ketahui bersama, seiring perkembangan zaman, eksistensi bahasa daerah kian terancam keberadaannya," kata Dr. Nursalim saat membuka Diskusi Terpumpun Revitalisasi Bahasa Daerah, Bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo, Jumat, 17 Juni 2022 di Hotel Aruna Senggigi.

Bahkan, kata dia, beberapa bahasa daerah di Indonesia ada yang dinyatakan hampir punah. Tentu kita semua tidak ingin kondisi demikian dialami oleh bahasa daerah kita.

Menurutnya hilangnya bahasa daerah, hilang juga identitas kebangsaan. Oleh sebab itu, Karo Organisasi dalam sambutan, mengajak masyarakat dan semua pihak untuk terus melestarikan bahasa daerah.

"Mengenal dan menjaga bahasa daerah artinya kita juga ikut menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah yang menjadi kekayaan bahasa kita," ajaknya.

Ditambahkannya, bahwa banyak cara sederhana yang dapat dilakukan untuk terus melestarikan bahasa daerah. Diantaranya melakukan kegiatan atau lomba dengan menggunakan bahasa daerah.

Begitupun penggunaan bahasa daerah sebagai mata pelajaran wajib dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

"Sehingga upaya dan cara-cara tersebut, dapat menggairahkan kembali minat masyarakat dalam menggunakan bahasa daerah,"jelasnya.

Halaman:

Editor: Najamudin Annaji

Tags

Terkini

Pemda Lotim Dorong BUMDes Jadi Supplier BPNT

Senin, 30 November 2020 | 19:58 WIB
X