• Sabtu, 2 Juli 2022

Banyak Terima Laporan Masyarakat, Wabup Lotim Sidak Dinas Peternakan

- Rabu, 8 Juni 2022 | 13:38 WIB
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi Sj, melakukan sidak ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rabu, 8 Juni 2022. (Foto: Unrara Angan)
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi Sj, melakukan sidak ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rabu, 8 Juni 2022. (Foto: Unrara Angan)

 

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dianggap belum maksimal, Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi Sj, melakukan sidak ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rabu, 8 Juni 2022.

“Banyak peternak melapor melalui pesan WhatsApp, bahwa sapinya satu kandang mati,“ kata Rumaksi.

Oleh karena itu, ia melakukan sidak untuk mengetahui sejauh mana penanganan wabah PMK di Lotim. Diketahui hingga saat ini pasar sapi di tutup, keluhan peternak masuk ke pemerintah daerah semakin bertambah.

“Dampak PMK ini ternyata besar sekali tapi tingkat penyembuhan cukup bagus, sudah mencapai 50 persen setelah saya tinjau,“ katanya.

Tidak hanya itu, ia juga mempertanyakan obat-obatan untuk penanganan PMK, kabarnya diperjualbelikan oleh Dinas. Peternak diharuskan membayar 50 ribu sekali suntik.

“Ini harus diperjelas, jangan sampai ada pungli, kalau peternak memberikan sebagai rasa syukur tanpa di minta tidak masalah,“ ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Masyhur mengatakan, wabah PMK di Lotim mencapai 3.554 kasus. Sedangkan yang masih sakit dan dalam tahap penyembuhan sebanyak 2.621 ekor.

“50 persen sudah disembuhkan,sisanya tahap penyembuhan,“ jelasnya.

Selanjutnya, ia mengatakan, obat yang diduga diperjual belikan oleh petugas lapangan merupakan obat pribadi milik petugas. Adapun obat yang disediakan oleh dinas jumlahnys terbatas.

Halaman:

Editor: Suandi Yusuf

Tags

Terkini

Pemerintah Didesak Melegalkan Ganja Medis

Sabtu, 2 Juli 2022 | 11:38 WIB
X