• Senin, 4 Juli 2022

Harga Jagung Anjlok, Potensi Kerugian Bagi Petani dan Pengepul

- Senin, 23 Mei 2022 | 15:54 WIB
IMG_20220523_154810
IMG_20220523_154810

-
Jagung hasil panen Petani yang disimpan di Gudang Milik Mansur, sembari menunggu harga jual stabil./ Foto : Unra/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Anjloknya harga jagung yang terjadi belakangan ini menyebabkan timbulnya potensi kerugian yang dialami petani dan pengepul. Padahal pada tahun ini, petani bisa dikatakan berhasil, karena curah hujan cukup baik dan suplai pupuk mencukupi.

Seperti yang terjadi di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Petani di Desa tersebut bisa mendapatkan hasil panen hingga 7,5 ton per hektare.

“Kalau bicara tentang hasil, petani tahun ini 100 persen berhasil karena hujannya bagus, pupuk juga tidak ada masalah, cukup sesuai jatah masing-masing,“ kata Kepala Desa Sekaroh, Mansyur, Minggu, 22 Mei 2022.

Meskipun ada petani yang sempat merasakan harga jual yang layak, namun anjloknya harga menyebabkan kerugian bagi petani yang panennya belakangan.

Bagaimana tidak, pada bulan Maret harga jagung mencapai Rp 5.300 perkilogram, namun pada bulan Mei menjadi Rp 4.100 perkilogram.

“Akhir-akhir ini harga turun. Waktu bulan maret kita berani beli Rp 5.300 perkilo. Sekarang Rp 4.100,“ ucapnya.

Beruntung bagi petani yang dibeli dengan harga tinggi pada saat awal panen. Namun ternyata potensi kerugian mengancam bagi pengepul.

Mansur yang juga merupakan salah satu pengepul terbesar di Desa Sekaroh, terpaksa menahan untuk tidak mengirimkan jagung yang telah dibelinya ke pabrik di pulau Jawa, karena selisih harga jagung yang telah dibelinya mencapai Rp 1.200 dibanding harga pasar saat ini.

“Kemarin kita beli waktu harga mahal. Kita selamatkan petani supaya tidak menemukan harga murah,“ ujarnya.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Pemerintah Didesak Melegalkan Ganja Medis

Sabtu, 2 Juli 2022 | 11:38 WIB
X