• Sabtu, 2 Juli 2022

Kades Moyot Diduga Potong BLT DD Masyarakat Secara Paksa

- Rabu, 18 Mei 2022 | 19:51 WIB
IMG_20220518_193314
IMG_20220518_193314

-
Gambar Ilustrasi Pemotongan Bansos BLT./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Sejumlah masyarakat Desa Moyot, Kecamatan Sakra, mengaku uang Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahun 2022 yang diterimanya di potong tanpa alasan yang jelas.

Masyarakat yang tidak mau disebut namanya mengaku kalau uang BLT DD miliknya di potong. Uang yang seharusnya diterima sebesar Rp 900 ribu untuk bulan Januari, Februari dan Maret, tapi yang diterima hanya Rp 300 ribu.

“Hari itu saya di telpon Pak Kades untuk datang ke kantor desa. Disana saya dipaksa menandatangani potongan 600 ribu, kalau tidak, nama saya akan di coret sebagai penerima BLT DD,“  tutur warga yang namanya enggan disebut itu, saat ditemui di rumahnya, Minggu, 15 Mei 2022 lalu.

Karena takut dengan ancaman itu, dirinya mengaku terpaksa menandatangani surat itu. Pada saat itu, dirinya tidak melihat semua penerima BLT DD datang ke Kantor Desa.

“Hari itu cuma saya dan beberapa orang diminta untuk tanda tangan, apakah yang lain tidak dipotong?. Kalau benar peraturannya seperti itu, kenapa hanya beberapa orang yang di potong, namun jika itu akal-akalan Kades, saya tidak terima,“ katanya.

Untuk memperjelas pengakuan warga tersebut, wartawan media ini mencoba menghubungi Kepala Desa Moyot guna melakukan konfirmasi dan klarifikasi.

Ketika ditanya soal pemotongan itu, Kepala Desa Moyot, Samiah justru mengarahkan wartawan media ini untuk minta klarifikasi kasus tersebut kepada stafnya.

“Silahkan klarifikasi dengan kadus Muhammad (Kadus Moyot Daya,red) dan pak Saparudin staf saya,“ ujarnya singkat.

Sementara Kadus Moyot Daya, Muhammad saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya harus melakukan konfirmasi Pak Kades dulu selaku pimpinan.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Pemerintah Didesak Melegalkan Ganja Medis

Sabtu, 2 Juli 2022 | 11:38 WIB
X