• Sabtu, 2 Juli 2022

Tembakau Senang di Desa Batuyang Terancam Gagal Panen

- Minggu, 15 Mei 2022 | 20:46 WIB
IMG_20220515_204011
IMG_20220515_204011

-
Munadi, salah satu petani tembakau Senang di Desa Batuyang saat menunjukkan tembakau yang mengering di lahannya./ Foto : Unra/www.ntbpos.com

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Kondisi cuaca belakangan ini yang tidak menentu, membuat para petani tembakau rajang di Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, (Lotim) khawatir akan gagal panen.

Tembakau rajangan jenis jamaq (biasa_red) tersebut di tanam sekali setahun di musim kemarau. Jika terkena hujan terus menerus, akan menyebabkan dampak gagal panen, sehingga petani khawatir akan hal itu.

Jumlah hasil panen yang sedikit juga menjadi pertimbangan petani berpikir dua kali sebelum menanam tembakau khususnya jenis rajang. Keluhan itu diungkapkan Munadi, salah satu petani di Desa Batuyang, Minggu, 15 Mei 2022.

Selanjutnya, ia mengaku sudah mengeluarkan banyak biaya sebelum menanam hingga akan mau panen.

“Beginilah resiko kita menanam tembakau semusim sekali. Terkadang berhasil ada kalanya juga gagal,“ ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut, hasil panen jenis tembakau jamaq itu tidak sebanyak seperti tembakau rajang jenis kasturi.

Jenis daun yang kecil, hanya 11 lembar perbatang membuat hasil panen sedikit. Tidak biasanya seperti tembakau rajangan jenis kasturi dengan daun lebar mencapai 25 per batang.

“Itu membuat kami berpikir dua kali menanam tembakau jenis ini,“ terangnya.

Dari cerita Munadi, tembakau jamaq jenis rajang itu bernama Pender Jae. Perawatan yang sangat diperhatikan juga membuat rasanya berbeda dengan tembakau lainnya yang tidak bisa diceritakan hingga di primadonakan.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Pemerintah Didesak Melegalkan Ganja Medis

Sabtu, 2 Juli 2022 | 11:38 WIB
X