• Sabtu, 2 Juli 2022

Korban Penganiayaan Akan Dilaporkan Balik Karena Diduga Gunakan Identitas Palsu

- Senin, 25 April 2022 | 11:35 WIB
IMG_20220425_031440
IMG_20220425_031440

-
Orang tua terdakwa penganiayaan driver Gojek, Indrawan, ST, akan melaporkan balik korban pelapor penganiayaan ke polisi./ Foto : Istimewa/www.ntbpos.com

MATARAM, NTBPOS.com - Kasus pemukulan Lalu Rio Anggita Prasetya salah seorang joki driver Go-Jek - Gocar di Mataram oleh Al Qorny Dhoni Azis alias Dhony, seorang Mahasiswa aktif bakal berbuntut panjang.

Tidak hanya perkara penganiayaan yang kini telah masuk ke ranah peradilan. Orang tua terdakwa Dhoni Indrawan, kini menyorot identitas Asli tapi palsu (Aspal) atas nama Wardi Surahman dalam ID Account aplikasi Gojek yang digunakan korban pelapor, Lalu Rio Anggita sebagai driver Gojek-Gocar dalam melayani orderan penumpangnya.

Didampingi salah seorang kuasa hukumnya, Nurdin Dino dari Sasambo Law Office and Partner, Indrawan menganggap, identitas  Aspal yang dipakai Lalu Rio untuk melayani orderan mengindikasikan sistem aplikasi yang digunakan Gojek Indonesia tidak aman.

Menurut staf Gojek yang didapatkan oleh orang tua terdakwa bahwa didalam system database app Gojek sudah disematkan software, perangkat lunak Verikasi Muka (Vermuk).

“Kalau tidak ada kesesuaian antara wajah driver dengan sistem saat menerima orderan, secara otomatis aplikasi tersebut tidak berfungsi,“ jelas Indrawan kepada wartawan.

Faktanya di lapangan, korban pelapor Lalu Rio saat melakukan penjemputan ketika menerima order dari keluarga terdakwa Dhony menggunakan nama lain yakni Wardi Surahman. Nama itu diketahui dari aplikasi Gocar yang diterima keluarga terdakwa saat melakukan order.

“Kami akan melaporkan menggunakan pertimbangan hukum lain terhadap adanya dugaan penggunaan identitas Aspal ini kepada aparat penegak hukum. Kami khawatir, ketika aplikasi ini dapat ditembus dengan menggunakan identitas Aspal, maka tidak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan oleh driver-driver yang bisa saja akan melakukan tindakan kriminal/ berbuat jahat,“ tandas Indrawan.

Sementara itu, Lalu Rio Anggita Prasetya mengaku jika identitas yang digunakan untuk melayani orderan bukanlah miliknya, melainkan milik Wardi Surahman.

Kata Rio, akun yang digunakan untuk melayani orderan itu adalah kerjasama dengan Wardi Surahman sebagai pemilik akun dengan sistem bagi hasil.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Pemerintah Didesak Melegalkan Ganja Medis

Sabtu, 2 Juli 2022 | 11:38 WIB
X