• Senin, 4 Juli 2022

Tangani Kekeringan, BPBD Lotim Kekurangan Armada Untuk Suplai Air

- Selasa, 15 September 2020 | 23:03 WIB
Iwan Satriawan
Iwan Satriawan

-
Iwan Setiawan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Timur. []www.ntbpos.com /Suandi Yusuf

LOMBOK TIMUR, NTBPOS.com - Kemarau panjang yang terjadi saat ini menyebabkan bencana kekeringan semakin meluas, sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tanggap darurat yang berlaku 14 September sampai 31 Desember 2020.

Dari data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Iwan Satriawan, dari 21 Kecamatan terdapat 15 Kecamatan yang terdampak kekeringan.

“Sebanyak 200 ribu warga dari 15 Kecamatan menjadi korban terdampak kekeringan, sebanyak 20 Desa dari 9 Kecamatan menjadi prioritas dan menjadi atensi kami,“ ujar Iwan, Selasa 15 September 2020.

Dia menyebut, Kecamatan Jerowaru merupakan urutan pertama dari 15 Kecamatan yang terdampak kekeringan, disusul Keruak, Suela dan Sambelia.

“Melihat rentan waktu tanggap darurat, kami membutuhkan anggaran sekitar 4 milyar namun karena kondisi keuangan daerah banyak terkuras untuk penanganan Covid-19 sehingga, Pemda hanya bisa menyiapkan anggaran 1,9 milyar dari jumlah usulan,“ ungkapnya.

Selain itu, dirinya menyatakan. Selama ini kita terkesan tambal sulam dalam menangani kekeringan di Lombok Timur, tanpa ada solusi yang nyata bagi masyarakat, untuk itu dirinya sedang memikirkan solusi untuk mengurangi daerah terdampak kekeringan.

“Kami juga menghimbau kepada semua pencari rizki yang ada di Lombok Timur, untuk menyisihkan sebagian rizkinya untuk membantu saudara kita yang sedang membutuhkan air, saat ini kita tidak lagi berbicara kekeringan tapi juga kemanusiaan“ katanya.

Melihat banyaknya wilayah yang terdampak kekeringan di Lombok Timur, BPBD membutuhkan paling tidak 60 armada untuk mensuplai air jika kebutuhan air perhari masyarakat yang terdampak sebanyak 1 juta liter.

“Saat ini kami hanya memiliki 11 armada untuk mengangkut air, jelas kami sangat kualahan sehingga kita tetap menggunakan skala prioritas kebutuhan air,“ tutupnya. np

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Pemerintah Didesak Melegalkan Ganja Medis

Sabtu, 2 Juli 2022 | 11:38 WIB
X